Mungkin kita pernah bertanya mengapa al quran merupakan mukjizat bagi umat islam, mukjizat terbesar bagi Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenapa tidak seperti nabi – nabi lain yang bentuk mukjizatnya merupakan suatu kejadian atau perkara yang aneh di luar logika akal manusia. Seperti Nabi Musa ‘alaihi salam yang bisa merubah tongkat menjadi ular.

Sebelum kita membahas ini, selayaknya kita mengetahui dulu makna dari kata mukjizat. Mukjizat atau dalam bahasa arab معجزة berasal dari kata عجز (‘ajiza) yang artinya lemah, jadi arti mukjizat dari segi bahasa adalah suatu kata yang menunjukan kelemahan. Adapun arti mukjizat secara istilah adalah Suatu perkara  di luar kebiasaan manusia yang Allah berikan kepada para nabi-Nya sebagai bukti akan kebenaran kenabiannya.

Tentunya mukjizat ini mempunya beberapa syarat yang harus dipenuhi agar perkara tersebut bisa di sebut sebagai suat mukjizat, diantaranya :

  1. Perkara tersebut harus merupakan suatu hal yang di luar kebiasaan
  2. Perkara luar biasa ini datangnya dari Allah Ta’ala
  3. Tidak ada seorangpun yang mampu meniru melakukannya walaupun ia minta bantuan pada jin
  4. Mukjizat ini datangnya setelah ia di utus menjadi seorang nabi, bukan sebaliknya.

Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala memberikan mukjizat kepada para nabi-Nya sesuai dengan keadaan apa yang menjadi kelebihan kaumnya, agar bisa menjadi hujjah akan kebenaran mukjizat tersebut. Sesungguhnya mukjizat tidak akan menjadi hujjah jikalau mukjizat ini tidak sesuai dengan peradaban kehidupan kaumnya. contohnya jika suatu kaum mahir dengan pengobatan, maka mukjizat yang datangpun akan berupa pengobatan juga, namun dengan kemampuan yang lebih, yang manusia biasa tidak akan mampu melakukannya.

Maka salah satu contoh mukjizat adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa ‘alaihis salam yang umatnya waktu itu tersebar ilmu pengobatan. Maka ketika Naba Isa ‘alaihis salam datang dengan membawa mukjizat berupa bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan juga penyakit kusta, yang dimana kaumnya waktu itu tidak mampu melakukan kedua pengobatan tersebut, maka kaumnya tersebut mengakui akan kenabian Nabi Isa ‘alaihis salam. Bahkan Allah berikan mukjizat yang lebih besar lagi, yakni bisa mengihupkan orang mati. Maka bertambahlah keimanan kaumnya kepada Nabi Isa ‘alaihis salam.

Contoh mukjizat yang kedua adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Sholih ‘alihis salam yang umatnya waktu itu sangat mahir di bidang pemahatan patung maupun bangunan. Mereka mampu memahat bebatuan di gunung untuk di jadikan sebuah rumah. Allah berikan kepada mereka kekuatan pada badan mereka dan juga keahlian khusus dalam mengukir yang tidak ada pada umat – umat lainnya.

Bersambung in syaa allah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *